setelah beberapa waktu lalu sempat mengikuti acara peluncuran buku antologi puisi “ensiklopedi kesedihan” nya beno siang pamungkas, sangat beruntung kali ini 14 april 2008 dapat ikut hadir pada peluncuran “sihir cinta” , buku kumpulan puisi karya timur sinar suprabana seorang penyair besar di semarang. pada sesi diskusi, budayawan gus mus menyuarakan keprihatinan karena bangsa indonesia telah kehilangan banyak cinta. implementasi cinta acapkali salah kaprah melalui tindakan-tindakan kekerasan yang diyakini sah sebagai salah satu bentuk pembelaan.
berikut adalah salah satu puisi karya timur sinar suprabana dalam “sajak-sajak dari Kamar” pada buku “sihir cinta”:
kerna Bunga
hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu kangen mewarni dan kemesraan mewarna
lekuk melantuk
liuk berpeluk
hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu rasa tergoda tibatiba menyegala
lambai tergapai
genggam terperam
hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu jiwa menjelma Kirana
luka lupa
sepisunyi mati
tapi aku tak menguburnya
kerna Bunga tak perlu pusara
juga Cinta.
Ditulis dalam musik, lagu, & puisi | Tag: puisi karya timur sinar suprabana







