Oleh: mariarina | Mei 2, 2008

LELAKI BUAYA DARAT

buayajika dipergunakan dengan benar, berchatting ria bisa memberi banyak kemudahan bagi kegiatan pertemanan, bisnis, dll. sebaliknya, kerugian (luar dalam) dapat dengan sangat cepat menerkam pengguna media chat ini. seperti racun dan permen he.. he.. sebagai pembuang waktu emang uasyik bangetz. seyogyanya dari awal harus dibuat pagar batas pada tujuan dilakukannya chatting dan tentunya harus ditaati juga. keisengan kecil di awal yang terus mengalir akan semakin memperparah efek negatif, yang mulanya seringkali justru sangat dinikmati chatter.

jika tidak ingin dipermalukan, dan dirugikan (atau mempermalukan dan merugikan diri sendiri) di belakang hari, jangan sampai terperdaya oleh iming-iming bisnis maupun rayuan gombal (mukiyooo), bahkan pada sesuatu yang seolah terlihat sangat real. saat anda mulai termakan sanjungan, rayuan maka bersiaplah untuk kecewa, karena sangat mungkin bahkan pada saat yang sama, hal tersebut juga dikatakan pada banyak orang. apalagi saat ini dikabarkan si buaya udara sudah lepas dari kandang dan mulai mengikuti jejak saudaranya si buaya darat menyebar jerat cinta. waspadalah… waspadalah…

ingat satu hal…, tak ada kata tak mungkin.

Lelaki Buaya Darat
by ratu

lihatlah…, pada diriku
aku cantik dan menarik, dan kau mulai dekati aku

ku beri sgalanya, cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang, bagai hantu tak tau malu

lelaki buaya darat, busyet aku tertipu lagi
mulutnya manis sekali, tapi hati bagai serigala

ku tertipu lagi oh…, ku tertipu lagi oh…

ku beri sgalanya, cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang, bagai hantu sakitnya aku

mungkin aku bodoh, mungkin aku naif
atau mungkin memang kamu, penjahat wanita

tapi untung nya, aku masih punya kekasih yang lain
tapi mengapa aku, masih saja tertipu olehnya


Responses

  1. Bagaimanapun, baik ataupun buruk nya julukan seorang “buaya darat.” itu terpulang pada pribadi anda masing- masing, pepatah mengatakan “ada gula ada semut” bagaimanapun, ganas nya buaya ,jika tidak diganggu, dipancing, diberi kesempatan. maka buaya tersebut tidak akan ganas. tanpa buaya darat tersebut apa jadinya…..?

    buaya bukan binatang buas?

  2. hai, Rina.
    buaya yang melata di luar diri, sungguh!, tak pernah bisa lebih mencemaskan dibanding buaya yang melata di dalam hati.

    tetapi, bagiku, buaya yang melata di luar diri, atau terlebih yang melata di dalam hati, tetap saja buaya dan berba?ha?ya!

    maka, mari!, kita tembak ia tepat di antara kedua matanya.

    mari… mari…
    senapannya maaana? he.. he..

  3. Tidak semua buaya itu laki-laki.
    Kan kasihan buayanya kena tuduh.

    hihhi

    Nggak semua laki-laki itu buaya mbak.
    Contohnya aku…. (koq jadi lagu dangdut ya?) hehe
    Salam kenal mba Mariarina.

    Meet me @:
    http://www.andos.web.id

    iya, tidak semua…
    tolong sampaikan pada sang buaya atas prasangka oraaaaang… [ketularan ngedut].
    salam dangdut…
    [langsung ngacir ke url di atas]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: