Oleh: mariarina | Mei 2, 2008

sajak-sajak dari Kamar

pink rosesetelah beberapa waktu lalu sempat mengikuti acara peluncuran buku antologi puisi “ensiklopedi kesedihan” nya beno siang pamungkas, sangat beruntung kali ini 14 april 2008 dapat ikut hadir pada peluncuran “sihir cinta” , buku kumpulan puisi karya timur sinar suprabana seorang penyair besar di semarang. pada sesi diskusi, budayawan gus mus menyuarakan keprihatinan karena bangsa indonesia telah kehilangan banyak cinta. implementasi cinta acapkali salah kaprah melalui tindakan-tindakan kekerasan yang diyakini sah sebagai salah satu bentuk pembelaan.

berikut adalah salah satu puisi karya timur sinar suprabana dalam “sajak-sajak dari Kamar” pada buku “sihir cinta”:

kerna Bunga

hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu kangen mewarni dan kemesraan mewarna

lekuk melantuk
liuk berpeluk

hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu rasa tergoda tibatiba menyegala

lambai tergapai
genggam terperam

hai, rina
apakah kerna Bunga di mata
lalu jiwa menjelma Kirana

luka lupa
sepisunyi mati

tapi aku tak menguburnya
kerna Bunga tak perlu pusara

juga Cinta.


Responses

  1. wah, puisi mbak memang terkesan indah yang menggambarkan pesona seseorang yang sebenarnya tidak perlu kita lihat dari sudut pandang tertentu. pokoknya, bagus deh..kebetulan selain di blog ini, saya juga punya beberapa syair di //adirawanskyangel.blogger.com. itu blog pertama saya dengan karya saya yang baru juga saya buat. walaupun baru pertama kali. Kasih koment nya ya mbak? soalnya, saya gak tahu apakah menurut mbak karya saya itu bisa disebut sebagai sebuah puisi atau tidak. Thanks ya mbak???

    maaf pak, itu bukan puisi saya. itu karya pak timur sinar suprabana.
    saya sih bisanya cuma ngutip he.. he..
    iya, syair anda bagus-bagus… terus maju!!
    terima-kasih kembali…

  2. hai, rina!
    terimakasih, sangat, kerna engkau, perempuan dengan hidung paling indah di kotaku, menghadirkan sajaksajakku di helai-helai blog jelitamu.

    hai pak timur…
    terima-kasih juga atas puisi indahnya.

  3. salam budaya…
    wah wah membaca puisi-mu
    jadi inget saat jatuh cinta nih
    entah pada siapa. he he
    selalu……..

    salam kembali…
    senang menerima komen dari dedengkotnya penyair purbalingga.
    iya puisinya bagus banget ya.
    sayang bukan saya penciptanya he… he…
    puisi tersebut karya bp. timur sinar suprabana yang sudah saya sebutkan di atas.
    salam buat “siapa” ya pak…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: