Oleh: mariarina | Mei 2, 2008

dari rindu ke Rin? Ndu!

puisi ini juga merupakan salah satu karya timur sinar suprabana yang saya kutip dari buku “sihir cinta”:

kangen 1langgam merindurindu Hati yang merinduku

kurindurindu, o, kurindu
kapan datang Hati yang merinduku
:melenggang sayang
semampai dan tak kenal bimbang

manis Mata
membuang Tangis dari jiwa
mengajak ke sana
mengajuk minta dicinta

kurindurindu, o, kurindu
kapan datang Hati yang merinduku
:mengapung melayang
dari suwung ke terang

gulali Kata
menepis Gulana dari suksma
mengajak ke cahya
mengajuk minta asmara

kurindurindu, o, kurindu
kapan datang Hati yang merinduku
:kurindu Selalu kamu
kerna kalbuku menjanjikan datangmu

di sangat Dulu.
april, 2008

rindu 2langgam merindurindu Hati yang meninggalkanku

sayang, aih, sayang
sungguh sayang
:keburu engkau pergi, Sayang
melenggang ke lengang

hati ini Sayang, aih, hati ini
jadi lubang sarang sepi
di mana Sunyi mengerami pasi
menetaskan segala sangsi dan lesi

sayang, aih, sayang
sungguh sayang
:telah putus benang layang
segala kabar klewung ke gamang

hati pecah Sayang, aih, hati pecah
sampai badan ikut belah
memang Umpama tiada kan pernah berdarah
tetapi dulu pernah kupunya kias sumringah

sayang, aih, sayang
sungguh sayang
:ajal melawang
hidup hilang

di ketika Masih bau bawang.
april. 2008

kangen 3langgam merindurindu Hati yang luka

hati yang luka
tidak saja oleh Cinta
jadi Luka kini ia
:mukim di arah pandang mata

walau ganas
panas
meremas
tapi Hati kebas

hati yang luka
tiada lagi pernah membuka
jadi belukar melata
:menjalar ke segala mana

walau gurat
riwayat
mengurat
tapi Hati khianat

hati yang luka
kucinta, Tetap sungguh kucinta
jadi kirana
:padam berkilau dalam jiwa

di muramnya segala melebam sia.
april. 2008

rindu 4langgam merindurindu Hati yang kaucuri

kerna telah kaucuri hati
tiada henti kaucuri
bahkan tiap terganti selalu kembali kaucuri
:hidupku jadi Jalan sunyi tak berarti

badan kosong
tubuh gosong
diri growing
jiwa ini melompong

o, Hati yang kaucuri
bikin datang pagi
tak ditandai matahari
:segala jadi asam sepi
tapi bukan kerna ragi

riwayat
tak berurat
gurat
tak tersurat

apalah aku di Sendiri
apalah Sendiri memucatpasi
apalah pucatpasi meletih Sunyi
apalah sunyi kerna Hati kaucuri

jika bukan Putus segala nadi?
april. 2008

kangen 3langgam merindurindu Hati nan sunyi

kerna Hati nan sunyi
selalu luas tak kenal tepi
di situ aku biasa menari
sering sampai nyaris enggan henti

di mana kini tapi
o, Hati nan sunyi
jika semua hati
bukankah memang telah sepi?

hati sepi kerna disepi Hati
bukan Hati nan sunyi
hanya kubur buat yang tak benar mati
riuh oleh gerak dan kosakata tak berarti

kurindurindu Hati nan sunyi
tapi kutolaktolak sunyi hati
bahkan meski telanjang hingga ke nadi
sebab sunyi hati tetaplah sunyi tak terperi

tega menaruh Hidup di ujung duri
april. 2008

kangen 5langgam merindurindu kerinduan tak kenal Rindu

untuk wb

parau dan sengau
timur nyanyi lagu leo kristi dengan galau

angin malam yang berbisik padaku
:mengapa bersedih
pilarpilar tegar gema memanjang
:abadi cintaku

bintangbintang yang berkedip padaku
:mengapa sendiri
kaupergi dan tak kan pernah kembali
:tepati janji

di sini, ma
di jiwa sungguh semata sepi kosong hampa
:kuhela badan, tubuh dan diri masih selalu ke Cinta
yang bukankah tapi senantiasa kaupedaya?

kerna Cinta senantiasa kaupedaya
bahkan luka ikut pula kembali terluka
:sampai jam, penanggalan, masa
hilang warna tanpa rona

maka kutulis puisi tanda aku masih di Sini
kutulis juga sajak tanda aku masih ke Gerak
:di Sini menimang hati
ke Gerak menjahit koyak

tak ada sungguh
benarbenar bisa bikin aku lumpuh
tidak juga lepuh
yang memperlambat tumbuh

pecah bulan
belah badan
tekateki pengharapan
terpeta di garistangan

engkau
risau
menafsir galau
tak titis kerna silau

aku
beku
mengayu kaku
:dikanji waktu

itulah sebab mengapa kita Percuma
seperti purnama
mengapung lembayung
dengan sinar murung

itulah sebab mengapa kita berpasangsia
sewajah bohlamsebul persia
dengan liuk saling belit
bikin sisa udara di selanya tak henti menjerit

ma
di mana kini engkau, o, Mata
di mana kini engkau, o, paras Jelita
di mana kini engkau, o, yang Tiada kulupa

sedih meredup liyup
pedih meluruh sayup
tiap pengin kutahu bahkan kertab lindap
niarap penyap di sebalik helai senyap

benarkah engkau Hilang
kerna sesat di bimbang
atau akukah yang centangperentang
sebab direntang ke tiap titik bintang

sungguh Jauh kini
jarak hati dan janji
sungguh Pasi kini
tanpa kibar panji

maka berulang kuhitung iga
berharap Masih bakal engkau penggenapnya
tapi jemariku lumpuh di hitungan ketiga
dan malam Masih selalu menelikung senja

aku tergulung mimpes oleh sisa rona penghabisannya
april. 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: