Oleh: mariarina | Agustus 4, 2008

asal comot [jacp] 2

tabloid anthuriumsetelah sempet kliru beli sebuah tabloid agro, akhirnya ktemu juga nich tabloid yang kata temen-temen memuat beberapa foto anthurium saya. wach nekat yaaa, lumayan banyak tuh foto-foto tanpa ijin dimuat disitu, itung-itung ada 12 foto deh. sebenernya ga masalah foto-foto dan nama saya “dicatut” [ehm… kaya seleb wae!], bener-bener ga apa-apa kok, terutama klo demi dan atas nama kemajuan anthurium indonesia yang saat ini sedang terjun bebas [wuich… sampai segitunya?!]. itung-itung kan nambah beken hi.. hi.. gratis tis lagi.

yang tidak habis pikir tuch konten artikelnya seolah-olah mereka [pihak tabloid/wartawan] sudah melakukan wawancara dengan saya. padahal sama sekali tidak pernah, tidak sedetikpun [ne.. ne.. ne..]. nach klo konten artikelnya ditulis secara bener, sekali lagi itu sama sekali tidak merisaukan, terima-kasih malah. tp ini? huh! asal tulis, super ngawur… [pake banget].
“pak wartawan…, mentang-mentang selama ini diem aja [halah! kaya’ udah dimuat berkali-kali aja], trus isi konten makin ngaco ya? please donk ach!”

saya sih bukan pakar anthurium, bukan juga peneliti, hanya kebetulan mencintai taneman tersebut [mencintai?! kok sekarang jarang ke kebun sih?]. tapi saya rasa, temen-temen yang sedikit banyak punya ketertarikan dengan anthurium pasti bisa tau dimana kejanggalannya. banyak artikel lucu [sik sik… ketawa dulu ach…] di tabloid edisi agustus ini, tp berikut hanya saya kutip beberapa yang berhubungan dengan saya aja ya he.. he..:


saat anthuriumania di seluruh dunia berusaha keras mendapatkannya, bahkan sampai nekat menyelundupkan bijinya segala dari jamaica, spesies yang satu ini justru bisa berbiak dengan apik di semarang. “saya membiakkannya juga dari biji yang saya dapatkan dari amerika,” tutur maria rina, kolektor asal semarang.

[hal 5]

anthurium mancunienseeeit… dapat info dari mana bang! kapan saya pernah membiakkan anthurium mancuniense? kapan saya membeli bijinya? jangan sembarangan ach!
buat rekan-rekan yang menanyakan masalah biji dan anakan, mohon maaf ya… saya tidak ada barang yang dimaksud.
nach-nach ini lagi, kata “menyelundupkan” bisa bikin kuping panas lho. bukan kuping saya sih, tp kuping balai karantina tumbuhan, departemen pertanian. janji tanggung-jawab yak klo ada apa-apa…


anthurium colonicum.
ada sejumlah breeder di jateng yang membiakkannya dalam jumlah besar. pasalnya spesies yang satu ini dulunya pernah menjadi favorit penghias halaman rumah-rumah mewah. dibanding jantung hati melambai lainnya. daun colonicum tak begitu bisa tumbuh memanjang. bahkan sudut daun dengan tangkainya relative lebih lebar. tulang daun dan serat daunnya juga tak begitu ekstrem menonjol.


[hal. 6]

anthurium coloniciumisi artikel sih tidak menyinggung nama maria rina he… he… tapi karna foto yang dipajang adalah foto koleksi saya, boleh dong kasih komen. breeder yang dimaksud bukan saya lho… bener bukan [kok ke gr an sih!]. emang beberapa waktu lalu di semarang sempet beredar bibitan yang disebut sebagai magnesium [setahu saya sih ini nama sejenis unsur mineral] yang keliatannya mirip dengan jenis anthurium ini. dan setahu saya sih taneman ini daunnya bisa sangat panjang.
sedikit tambahan: sampai saat ini saya belum begitu faham perbedaan antara anthurium colonicum dan anthurium pseudospectabile, karena keduanya benar-benar mirip.


radicans x dresslerii.
lagi-lagi anthurium dresslerii diambil serbuksarinya buat dioleskan ke tongkol betina keluarga sirih. namun kali ini oleh breeder semarang itu dicoba ke radicans [sirih berdaun ngedof/puyeh]. hasilnya, ternyata tak kalah bagusnya. bahkan daunnya jadi lebih rada mengkilap dibanding radicans.


[hal. 7]

anthurium radicans x dressleriisekali lagi, walaupun tidak menyebut nama, tapi karena foto anthurium adalah milik saya, maka komen aaach… penyebutan nama anthurium ini sebagai silangan [“radicans x dresslerii]” bukan dalam artian sebagai benar-benar baru disilangkan, tapi untuk menunjukkan bahwa anthurium jenis itu bukan spesies [f1], tetapi berasal dari perselingkuhan moyangnya si radicans dan dresslerii. barangkali dimaksud agar silsilah tanaman ini tetap bisa diketahui publik, tidak asal kasih nama baru aja [kaya siapa ya…] anthurium ini sudah banyak beredar dan umum dijumpai.
tapi maafin ya, klo ternyata bener-bener ada breeder yang sedang berjuang menyilangkan hybrid yang sudah relatif mudah dijumpai ini. [di kebun buanyak tuch he.. he..]

anthurium crystallinum x luxurienstambahan info yang masih berhubungan dengan artikel sirih di tabloid itu:
pada suatu kesempatan berdiskusi dengan beberapa orang amrik penghobby anthurium mengenai silangan radicans x luxuriens, mereka berpendapat bahwa yang disebut radicans x luxuriens [seperti tampak pada foto di tabloid tersebut. tabloid mengambil foto dari internet.]: sebenarnya adalah anthurium radicans x dresslerii.
foto yang ditampilkan sebagai crystallinum x luxuriens diambil tabloid dari web sebuah nursery di australia. dulu pernah berminat membeli jenis ini sih. tetapi anehnya, saat saya menanyakan perihal anthurium tersebut, mereka [pihak nursery] menjawab: “anda tidak akan memperoleh jenis tersebut di ujung dunia manapun, mustahil” loh!! maksud loe? *-)


anthurium watermaliense x anthurium lewellynii
nach yang ini juga hybrid produk lokal tapi berkelas international. pasalnya indukan yang digunakan sang breeder adalah spesies-spesies yang masih ori dari amrik. hybridisasi yang dilakukan breeder asal banyumanik jateng itu juga tak asal oles. tetapi betul-betul memperhatikan kelebihan dan kelemahan masing-masing indukan guna mendapatkan hasil yang bagus.


[hal. 8]

anthurium watermeliense x lewellyniilah-lah… piye to mas wartawaan! kapan aku nyilanginnya? lha wong indukan lewellynii aja ga punya je… liat bentuk aslinya lewellyniipun belum pernah tuch.
yang nyilangin itu orang amrik sono. saya beli udah begitu wujudnya.
atau mungkin bukan saya yang dimaksud ya? [maaf, emang lagi belajar untuk mengurangi gr nich he.. he..]


salah satu hybrid yang dikembangkan di amerika ini bahkan sudah dikembangkan di jateng. pemiliknya, maria rina kolektor asal jl. trunojoyo ix-b/no. 7 banyumanik semarang. bahkan sudah sukses membiakkannya di sini serta membanderolnya dengan harga lumayan mahal. rp. 2,5jt per pot untuk ukuran tanaman abg dengan panjang daun sekitar 30cm.

[hal. 15]

anthurium veitchii x antioquenenseech masih lagi nich, biarpun ga nyantumin nama juga, tp fotonya itu lho… punya saya.
yaaaach… anthurium yang dimaksud memang sering berbunga, tapi belum pernah sukses berbiji! sekarang aja masih dalam rangka membiakkannya melalui stek batang.
btw, makasih banget untuk seluruh jajaran redaksi tabloid yang sudah mencantumkan [dengan benar] nama dan alamat saya secara free… makasih…


memang ada perbedaan perlakuan pemupukan antara keduanya. kelompok pertama atau yang di dataran rendah hanya diberikan “pupuk” berupa air tajin [bekas cucian beras] yang diberikan secara rutin.
sementara yang berada di dataran tinggi diberikan aneka macam pupuk komersial yang beredar di pasaran. namun pupuk-pupuk tersebut juga bersifat organic.


[hal. 23]

sepertinya, ulasan mengenai anthurium veitchii di atas pernah saya posting di sebuah forum anthurium. tapi kok beda 180 gini ya? kebalik tuch. pemberian air tajin dan tanpa penggunaan pupuk komersial adalah justru untuk veitchii yang dipelihara di dataran tinggi.


uuffhh… sebenernya masih banyak materi yang bisa seru dibahas dalam 1 edisi penerbitan tabloid tersebut.
memang beberapa tabloid agro yang lain, bahkan sebuah majalah tentang flora fauna bernama besarpun tidak becus [maaf…] menulis artikel, tanpa observasi asal tulis. justru merekalah yang seringkali menghembuskan berita tidak benar, dan pada akhirnya menciptakan opini yang salah pada public. pembodohan publikkah? betapa pembaca sangat mempercayai bahkan untuk seseorang yang sedang mulai belajar terkadang asal telan mentah-mentah segala yang tertulis di media. oooh… malang benar nasib pembaca, sudah bayar dapat berita boong lagi…

terakhir, mohon maaf kepada pihak tabloid yang bersangkutan, terlebih jika ada tulisan yang kurang berkenan. tiada maksud menyudutkan atau menjatuhkan, tetapi lebih supaya menjadi pembelajaran bersama ke depan.
jangan sungkan untuk menampilkan foto-foto anthuium saya lagi yaaa, tentu dengan berita yang yahuuuud dan dengan pemberitahuan terlebih dahulu.
salam anthur!!!


Responses

  1. sisi jeleknya, semua beritanya cenderung menyesatkan
    sisi baiknya, iklan gratis dan tambah terpopulerkan.
    Tinggal ambil hikmah dan manfaatin untuk kemajuan trunojoyo ix-b/no. 7

    sisi jeleknya tuch yang ga’ nguatin.
    mending sih ga populer tapi laris manis he.. he..
    amien.. amien..
    sesama “korban” harus sukses bersama.
    terima-kasih sekali pak robert.

  2. emang enak ya kerja wartawan ini, nggak perlu reportase, bahan tinggal browsing, wawancara imaginer, informasi ngawur yg penting bahasa yg dipake menarik tur apik, udah… tapi awakmu kudu protes rin, photomu kok gak di comot pisan, lumayan dadi ngetop…
    Tapi hebat rin, ngelmu anthur etc. pirang tahun? (dadi pengin juga…), maklum mantan Gaputa…..

    iyo tul ‘ndie… tapi yen sing kuwi ga didol je… he.. he..
    klo ga salah punya anthurium pertama sih tahun 1997 akhir. biyen ngelmu awur-awur, ga ada yang ngajarin, jd coba-coba dewe. klo diitung-itung mgkn lebih banyak yang mati sih he.. he.. soalnya jaman itu belum ada buku yang bahas anthurium, ga koyo sekarang bejibun. saking ga ada ilmunya, dulu media aja pernah pake tanah lempung! yo wis sempet ke’ok kabeh akhirnya. sekarangpun masih belajar juga kok…
    klo ke semarang, ta’ bawain anthurium buat percobaan wis. biasane sih klo masih awal belajar mending taneman sing umum-umum dulu, alias murah… [hi.. hi.. ga mau rugi!].
    hidup Gaputa SAR! jaya… jaya… jaya… huh!!!

  3. Diprotes aja bu, dalam arti redaksinya diinformasikan bahwa artikel yang dimaksud tersebut merupakan wawancara imaginer, medianya mungkin tidak tau atas kebenaran artikel tersebut, nah dengan memberitahu redaksinya, si pemberita (sang wartawan juga (semoga) akan diingatkan, untuk -setidaknya- permisi dulu kalau hendak mencantumkan nama, artikel, dll).

    iya pak, terima-kasih…
    langsung setelah ini mo email redaksinya

  4. wewh..ada kata GAPUTA yg disebut2
    apakah gaputa sma3 smg yg dimaksud…????
    anggota gaputa angkatan brapa mbak??

    salam dari angkatan 23

    wach gaputa-sar angkatan berapa yach?
    klo angkatan masuk sma sih 1987 he.. he..
    makasih ya…

  5. Saya kira hal seperti ini sangat sering terjadi, terutama ketika booming tanaman hias beberapa waktu yang lalu. Demi mengejar omzet dan mumpung banyak yang beli, “media” seolah ambil jalan pintas untuk lebih mudahnya saja.

    Sister Rina, sekalian mohon ijin untuk sharing artikel ini di blog saya, biar lebih banyak yang “membuka mata” akan hal-hal seperti ini. Matur sembah nuwun.

    iya betul. silakan dengan senang hati…
    suwun… suwun…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: