Oleh: mariarina | Agustus 23, 2008

penipuan by phone

panic buttonkejadian ini menimpa salah seorang kerabat beberapa hari lalu. siang itu, mami [begitu saya memanggilnya] menerima telepon dari seorang karyawan rumah sakit pertamina jakarta yang mengabarkan bahwa anak bungsunya [mba’ susi namanya] mengalami kecelakaan lalu lintas di jakarta dan dalam kondisi sekarat. karena mendesak membutuhkan penanganan cepat dan obat-obatan tertentu, maka mami diharuskan segera mengirim sejumlah dana ke account rumah sakit.

untuk memastikan kebenaran berita tersebut, mami kemudian menelepon sejumlah pihak: anaknya, kantor anaknya, rumah-sakit pertamina, dan apotik yang ditunjuk. semuanya membenarkan berita kecelakaan itu. karena tidak mempunyai hp, semua komunikasi dilakukan melalui telepon rumah. saat menghubungi saudara-saudara yang dikenal, sangat kebetulan semuanya diterima oleh orang lain dan dijawab bahwa pihak yang dituju sedang keluar kantor, hp ketinggalan, dll. ketika menelepon hp si anak yang mengalami kecelakaan, telepon diangkat oleh polisi lalu lintas yang menangani kejadian tersebut.

phone knifetelepon dari rumah-sakit diterima berkali-kali hingga sore hari, sampai akhirnya kebetulan salah seseorang anaknya datang dan segera berinisiatif memeriksa panel telepon [box sambungan rumah?] di jalan. saat berjalan beberapa puluh meter dari box tersebut, terlihat seseorang bergegas berlari menghilang.

sesaat sebelum kejadian, mba’ susi yang diberitakan mengalami kecelakaan menerima sms mengenai perbaikan jaringan telkomsel, dan untuk menghindari kerusakan pesawat, maka disarankan untuk mematikan handphone sementara.
yang sangat mengherankan adalah, ketika kemudian diketahui indikasi usaha penipuan, seorang teman mba’ susi sekantor mencoba untuk meneleponnya tetapi diterima oleh seseorang yang tidak dikenal.
kesimpulan sementara, sambungan telepon sudah disadap dan lalu-lintas telepon dari dan keluar rumah dikendalikan dari panel tersebut. jadi sebetulnya yang menerima seluruh telepon dari mami adalah orang tadi. panel box ditinggalkan dalam kondisi terkunci rapi, jadi tentunya dibuka tutup menggunakan kunci.
lalu bagaimanakah si pelaku bisa memanipulasi/membelokkan telepon masuk ke nomor hp tertentu?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: