Oleh: mariarina | September 9, 2008

rokok = haram?

no smokingdari sekian banyak fatwa mui, acung jempol perihal fatwa rokok adalah haram. dan kali ini terpaksa, tidak sepakat pada gus dur yang menolak rencana tersebut [mudah-mudahan bukan karena asal tampil beda dengan mui ya gus…].

kesamaan rokok dengan shabu? marijuana? ketiganya mengandung zat adiktif berbahaya yang nyata-nyata menggerogoti kesehatan. dampak negatif shabu bisa nampak dalam jangka waktu relatif singkat, sedangkan rokok mengikis kesehatan secara perlahan dan efek negatif nyata setelah 25 tahun ke depan.
kegiatan merokok merupakan suatu kesengajaan merusak kesempurnaan tubuh. menimbulkan rasa ketergantungan alias berhala baru bagi pemakainya.
beda pecandu rokok dengan pecandu shabu? perokok justru secara bebas menebar racun dan memaksa orang-orang sekitar untuk menikmatinya secara gratis. sementara pengguna shabu menghisap untuk dirinya sendiri.

kenikmatan merokok < kerugian merokok [gangguan kesehatan]
serapan tenaga kerja industri rokok < “korban”: jumlah perokok [aktif & pasif]
penerimaan cukai negara < biaya kesehatan akibat rokok
biaya kebutuhan rokok penduduk > pengeluaran untuk pendidikan
biaya kebutuhan rokok penduduk > pengeluaran untuk kesehatan


jika dirasa terlalu mengada-ada dan menolak pengharaman rokok karena alasan ancaman banyaknya industri rokok yang bakalan gulung tikar dan dampak lanjutan berupa peningkatan pengangguran. berapa sih jumlah tenaga kerjanya? berapa orang yang secara langsung diuntungkan dari industri ini?
sangat besar memang, tapi tentu saja tidak sebanding dengan jumlah perokok yang menikmati bahaya dan lebih lagi jumlah perokok pasif yang dirugikan.

begitu besar dana kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan primer berupa asupan makanan bergizi yang terampas demi mengejar kenikmatan sesaat merokok.

komposisi pengeluaran kebutuhan rumah-tangga penduduk indonesia:
rokok = 11.5%
beras = 10.5%
daging, ikan, susu, telur = 11.5%
kesehatan = 2.3%
pendidikan = 3.2%


banyak pihak merem dan menutup telinga setelah disodori fakta berupa data bahwa “ternyata” biaya kesehatan berkali lipat dari cukai penerimaan negara.
biaya kesehatan tentu saja tidak termasuk jumlah orang yang mati sia-sia, pasrah tanpa melakukan usaha pengobatan apapun [orang miskin dilarang sakit, begitu kata butet kertarajasa].

merokok = mudharat?
pengharaman rokok: why not?


Responses

  1. Rokok masih dalam perdebatan mengenai haram dan halal dan MUI sendiri belum memutuskannya, karena masih banyak pendapat yang berbeda misal MUI Surabaya belum setuju, MUI Jakarta sudah setuju.
    Dan di kalangan anggota dewan DPRD memutuskan bahwa Rokok dapat di tarik cukainya oleh Pemerintah Daerah diluar cukai Pusat. Jadi kemungkinan harga rokok akan naik lagi. Dengan cukai ini akan dipakai untuk FULL kesehatan masyarakat. “JAdi Rokok itu Haram atau Tidak” tergantung sudut pandang masing2.

    Bagi saya yang haram itu jelas di sebutkan di Hadist dan Al-Quran, jangan ditambah2 lagi seperti sifat orang Nasrani dan Yahudi, yang haram jadi halal yang halal jadi haram. Jadi Rokok masih hukumnya Makruh = lebih baik ditinggalkan:

    Seperti hallnya Babi, jika ditanya Babi itu haram kenapa… ooo banyak penyakitnya… ooo banyak mudhoratnya…dll. Sekali lagi itu pendapat yang SALAH, BABI diharamkan karena = Ada di Al-Quran. TITIK, sami’na wa’atonna. walahuallam.


    desi, terima-kasih atas komennya…

    yang ingin saya sampaikan disini bukan mengenai haram atau halalnya rokok, karena masalah halal atau haram bukan merupakan keyakinan saya. esensinya adalah: saya merasa rokok perlu dilarang, karena jelas-jelas lebih banyak hal negatif dibanding manfaatnya. dan akan mendukung penuh atas keputusan mui “jika” ingin mengharamkannya.
    dukungan terhadap wacana yang dilontarkan oleh mui [dalam hal ini mengenai rokok] lebih sebagai dukungan moral kepada mui sebagai “kekuatan sosial”, dimana keputusannya dapat mempengaruhi hayat hidup orang banyak, dan bukan mui sebagai sebuah “lembaga agama”.

    mengenai cukai rokok sebagai pemasukan negara yang akan dipergunakan sepenuhnya sebagai pembiayaan kesehatan adalah omong kosong, not enough. sudah diulas di beberapa media dan dipaparkan bahwa biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh negara akibat rokok adalah 5,1 kali penerimaan atas cukai.

    mohon perbedaan pendapat ini jangan dibawa ke ranah agama, karena tidak akan pernah ketemu.
    Gbu…

  2. hi..numpang lewat nih mbak..
    hmm… mbak boleh nanya gk kenapa setiap ada permasalahan, permasalahan itu harus dikotonomikan dengan agama??

    perbedaan itu jangan dibawa ke ranah agama, karena tidak akan ketemu..
    kyknya gk logis deh interpretasinya dari segi bahasa, maupun rasa.

    thanks y.. just an opinian😉

    monggo…
    “dikotonomi” apaan yach?
    maksudnya otonomi [autonomy]??
    atau dikotomi [dichotomy]??

    memang tidak semua hal dalam agama bisa dipikir secara logika.
    kalau diskusi ini diterusin di wilayah itu, aku jamin bakalan kacau… dech.
    tolong dipahami dari awal, opiniku kan cuma mendukung mui tentang pelarangan rokok. ga kurang, ga lebih.

  3. Setuju Banget dg tulisan ini….

    makasih pak.
    ga nyangka ktemu temen lama…
    inget ga? [arteka]

  4. if you don’t smoke, don’t try!
    if you smoke, don’t stop!
    (kalau gak salah kutipan dari bapak Fuad Hasan, one of bad smoker), ini sekedar pembenaran tanpa makna dari seorang perokok yang setengah mati berusaha berhenti…

    makanya mas wishnu masih ngrokok ya…

  5. Bantu Doa mbak aku sudah berusaha… tp masih setengah hati… untuk berhenti… waduh … gimana nih…
    pd hal udah aku Bookmark lho ini…
    http://www.stopmerokok.com/
    tp koq susah ya…

    ooo… tentu.
    ayoooooooo kamu pasti bisa…
    GBU

  6. kalau sekedar fatwa saja dari MUI rasanya susah ya. masyarakat kita ini belum terlalu ‘mendengar’ apa kata MUI…

    memang budaya stop merokok harus diupayakan dari byk aspek, trtm utk sesuatu hal yg terlanjur melekat & mendarah daging…
    tp setidaknya ada usaha positif yg mengarah ke situ, sekecil apapun…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: