Oleh: mariarina | Oktober 4, 2008

pkl di semarang

bibit waluyo, gubernur baru jawa tengah mengeluarkan sebuah kebijakan penataan kota melalui pembersihan jalan protokol dari pedagang kaki lima, utamanya di sepanjang jalan pahlawan semarang. banyak masyarakat yang tidak sependapat bahkan menghujat dan berkomentar: “gubernur kemarin sore kok sudah membuat resah masyarakat!” dan menyangsikan bakal terealisasinya janji terdahulu saat kampanye yaitu “bali desa mbangun desa”.

saya bukan pendukung bibit waluyo, tetapi sangat setuju pada kebijakan tersebut. sudah lama pkl menjadi problem di hampir semua kota besar indonesia.
atas nama kemiskinan wong cilik dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, mereka kemudian “berhak” menempati sembarang tempat bahkan merebut hak warga masyarakat yang lain.

tidak dipungkiri bahwa sektor informal menjadi penyelamat negara di masa krisis. sehingga harus dicari bersama solusi yang bijak mengenai penempatan pkl, agar tidak mengganggu keindahan kota maupun keselamatan pejalan kaki.
cobalah tengok pembangunan di negara-negara lain. sepertinya penataan kota kita telah salah arah.

mari kita pikirkan nasib pkl, hak warga, keindahan dan terlebih masa depan kota.


Responses

  1. Saya setuju dengan kebijakan Gubernur tsb. Tapi harus dengan solusi nyata, jangan di GANTUNG, kalau di Gantung Mati dong sumber income keluarga.

    siiip pak…

  2. betul, dalam arti Diperhatikan lo mas, jangan cuma tertibkan. kasian kan, sama-sama butuh makan.

    sip…
    koreksi: saya mba’, perempuan

  3. Penataan PKL di tempat-tempat tertentu bisa dikompromikan antara kepentingan pemda, masyarakat luas dan PKL itu sendiri. Namun di tempat yang dikawatirkan mengganggu ketertiban umum, misal PKL yang menempati trotoar atau badan jalan, penertiban adalah “harga mati”.

    setuju sekali…

  4. yah… begitulah nasib rakyat kecil. Selalu dijadikan bola pingpong. Yang pada akhirnya tetep jatuh ke bawah juga.
    Gara2 kebijakan orde reformasi yang tidak profesional.
    Sekarang jadi susah deh ngaturnya. Mulai dari bawah lagi neh…

    dari bawah terus yach??? ga naik2 he.. he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: